Langsung ke konten utama

PAPER DEMOKRASI

 

PAPER DEMOKRASI

Disusun untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester

Mata Kuliah                : Kewarganegaraan

Dosen Pengampu        : Ahmad Yafik Mursyid MA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH:

Meilinda Nursyifa (20105030125)

 

 

 

Kelas D

Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir

Fakultas Ushuluddin Dan Pemikiran Islam 

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 2020

 

 

COVER.. 1

BAB 1. 3

1.    Pendahuluan. 3

1.1      Rumusan Masalah. 3

1.2      Tujuan Masalah. 3

BAB 2. 4

Pembahasan. 4

3.1      Pengertian demokrasi 4

3.2      Sejarah Demokrasi 4

Kelahiran Demokrasi 4

3.3      Tujuan Demokrasi 5

BAB 3. 6

3.1      Kesimpulan. 6

DAFTAR PUSTAKA.. 7

 


 

 

BAB 1

1.      Pendahuluan

Demokrasi sebagai sebuah konsep yang mengalami perkembangan sejarah yang amat kompleks itu dipahami dalam perspektif sosiologis. Di samping persoalan-persoalan yang menyangkut struktur dan budaya, demokrasi sering mendapatkan interpretasi yang bersifat lokal dan partikular yang tidak jarang malah menyingkirkan elemen-elemen yang bersifat universal. Praktek demokrasi Orde Baru diangkat sebagai kasus dan sekaligus pijakan untuk melihat kemungkinan mengembangkan sebuah wacana dan praktek demokrasi yang lebih sejati di Indonesia. Pemahaman demokrasi sebagai sebuah proses, di samping mengisyaratkan pentingnya usaha untuk membangun lembaga-lembaga politik juga mengabarkan pentingnya masyarakat pada umumnya dan elit politik pada khususnya mengembangkan kesadaran-kesadaran politik yang memungkinkan interaksi di antara elemen-elemen demokrasi berlangsung secara konstruktif.



Sebagai sebuah konsep teoritis maupun politis, demokrasi jelas sekali terikat oleh faktor-faktor kesejarahan yang terjadi di Eropa sepanjang abad 17 hingga 19. Prosesnya sendiri telah dimulai pada abad pertengahan ketika dunia, khususnya Eropa, dilanda reformasi, dan kemudian revolusi, sosial. Reformasi intelektual yang mengubah Eropa, dan kemudian dunia, merupakan proses sosial dan sejarah yang amat panjang.

 

1.1  Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian demokrasi?

2.      Bagaimana sejarah demokrasi?

3.      Apa tujuan dan manfaat demokrasi?

 

1.2  Tujuan Masalah

 

1.      Menjelaskan demokrasi

2.      Menuliskan sejarah demokrasi

3.      Menjelaskan tujuan demokrasi

 


 

BAB 2

Pembahasan

 

 

3.1  Pengertian demokrasi

·         Secara etimologis, kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu 'Demos' dan 'Kratos'. Demos artinya rakyat/ khalayak, dan Kratos artiya pemerintahan.

·         Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), demokrasi adalah bentuk atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya yang terpilih.

·         Abraham Lincoln

Menurut Abraham Lincoln, demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (government of the people, by the people, and for the people).

·         Charles Costello

Demokrasi adalah sistem sosial dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan pemerintah yang dibatasi hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara.

·         John L. Esposito

Demokrasi adalah kekuasaan dari dan untuk rakyat. Jadi, setiap warga negara berhak untuk berpartisipasi, baik terlibat aktif maupun mengontrol kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

 

3.2  Sejarah Demokrasi

Kelahiran Demokrasi

Di Yunani, anggota parlemen Athena bernama Solon (sekitar 630–560 SM) mempresentasikan versi awal demokrasi partisipatif, yang dicampur dengan elemen-elemen keadilan sosial.

Berawal dari Yunani Kuno, selanjutnya demokrasi menyebar ke wilayah sekitar Laut Tengah. Akan tetapi demokrasi di kawasan ini hampir musnah oleh Kekaisaran Romawi sekitar 100 SM.

Di sisi lain, tempat-tempat seperti Athena terus menggunakan metode demokratis untuk membuat keputusan sendiri pada masalah-masalah lokal untuk waktu yang lama setelah itu.

Seribu tahun kemudian, pada Abad Pertengahan, beberapa kota di Italia – Siena, Florence, Genoa, Pisa, Venesia – kembali ke pemerintahan demokratis setelah Matilda dari Canossa meninggal. Demokrasi-demokrasi ini semuanya diorganisasikan dengan cara yang sedikit berbeda, tetapi tidak satu pun dari mereka memungkinkan orang miskin, perempuan, atau anak-anak untuk memilih, dan beberapa memiliki sistem undian seperti Athena.

Lebih jauh ke utara di Inggris, beberapa pria mendapat hak untuk memilih pejabat lokal dan perwakilan mereka di Parlemen pada Abad Pertengahan, tetapi raja masih memegang sebagian besar kekuasaan.

Demokrasi Italia ini, juga, akhirnya ditaklukkan oleh Kekaisaran Romawi Suci dan diperintah oleh kaisar Jerman.

Mulai tahun 1600-an, orang mulai berjuang untuk mewujudkan kembali demokrasi. Di Inggris, Cromwell merebut kekuasaan untuk membentuk Parlemen. Di Amerika, Perang Revolusi melahirkan Konstitusi pada 1789. Konstitusi tersebut memungkinkan orang dewasa bebas memilih jika mereka memiliki pertanian atau bisnis mereka sendiri.

Beberapa tahun kemudian, Revolusi Prancis membawa demokrasi ke Prancis (untuk waktu yang singkat).  Pada awal 1900-an, demokrasi masuk ke Spanyol – untuk sementara waktu. Meskipun negara yang menganut demokrasi mulai bermunculan, namun hak perempuan untuk memilih masih sangat dibatasi.

Dewasa ini banyak negara menganut bentuk negara demokrasi. Pada abad ke-20. sebagian besar orang miskin, orang kulit berwarna, dan wanita telah memenangkan hak untuk memilih, meskipun anak-anak dan orang asing masih tidak bisa.

Kendati negara yang menganut demokrasi telah menjamur, namun jumlah kekuasaan yang tersedia bagi para pemilih masih bervariasi dari satu negara ke negara lain dan beberapa negara Timur Tengah seperti Arab Saudi masih belum menerapkan sistem ini.

Indonesia sejatinya telah menerapkan praktek-praktek demokrasi jauh sebelum Indonesia merdeka.

Demokrasi yang dilakukan masa itu bahkan hingga kini adalah demokrasi di desa yang salah satu bentuknya adalah musyawarah untuk mufakat ketika akan mengambil suatu keputusan atau memilih pemimpin.

Adapun demokrasi dalam tataran kenegaraan baru dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 1945, setelah Indonesia merdeka.

Hingga kini, Indonesia telah menerapkan beberapa jenis demokrasi yaitu Demokrasi Konstitusional, Demokrasi Parlementer, Demokrasi TerpimpinDemokrasi Pancasila, dan Demokrasi Pasca Reformasi.

3.3  Tujuan Demokrasi

 

Tujuan demokrasi secara umum adalah menciptakan kehidupan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur dengan konsep yang mengedepankan keadilan, kejujuran dan keterbukaan

 


 

BAB 3

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Dari pembahasaan diatas dapat disimpulkan bahwa Kata demokrasi merujuk kepada konsep kehidupan negara atau masyarakat, dimana warga negara dewasa turut berpartisipasi dalam pemerintahan melalui wakilnya yang diplih melalui pemilu. Pemerintahan di Negara demokrasi juga mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara, beragarna, berpendapat, berserikat setiap warga Negara, menegakan rule of law, adanya pemerintahan menghormati hak-hak kelompok minoritas; dan masyarakat warga Negara memberi peluang yang sama untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

Demokrasi dapat memberi manfaat dalam kehidupan masyarakat yang demokratis, yaitu Kesetaraan sebagai warga Negara, memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum, pluralisme dan kompromi, menjamin hak-hak dasar, dan pembaruan kehidupan social.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

Pengertian Demokrasi, Sejarah Singkat dan Jenis-jenisnya - Ragam Bola.com

https://wawasansejarah.com

5+ Tujuan Demokrasi dalam Kehidupan Bernegara Secara Umum [Lengkap] (haruspintar.com)

Komentar